Printer Kantor: Perangkat Paling Diremehkan yang Bisa Jadi Jalan Pintas ke Domain

Penetration-test.id
19 August 2026
Printer Kantor: Perangkat Paling Diremehkan yang Bisa Jadi Jalan Pintas ke Domain

Latar

Kalau diminta menyebut aset paling kritis di jaringan kantor, hampir tidak ada yang akan menyebut printer. Perangkat ini biasa dianggap sekadar alat cetak, jauh dari bayangan sebagai target atau pijakan serangan. Justru anggapan itulah yang membuat printer sering menjadi salah satu perangkat dengan tingkat hardening paling rendah di seluruh jaringan.

Multifunction printer modern sebenarnya adalah komputer kecil dengan sistem operasi sendiri, web interface manajemen, dukungan berbagai protokol jaringan, dan pada banyak kasus terintegrasi langsung dengan Active Directory untuk keperluan otentikasi pengguna sebelum mencetak atau memindai dokumen. Kompleksitas inilah yang membuatnya lebih berbahaya dari yang terlihat.

Kredensial yang Tersimpan di Tempat yang Tidak Terduga

Untuk mendukung fitur seperti scan-to-email atau scan-to-network-folder, printer enterprise biasanya dikonfigurasi dengan kredensial layanan yang tersimpan langsung di dalam perangkat, digunakan untuk mengautentikasi diri ke server email atau file share tujuan.

Kredensial ini sering disimpan dengan tingkat proteksi yang jauh lebih lemah dibanding kredensial yang tersimpan di server atau aplikasi. Web interface manajemen printer, kalau berhasil diakses dengan kredensial admin yang lemah atau default, pada banyak model memungkinkan kredensial layanan tersebut diekstrak atau bahkan ditampilkan langsung dalam bentuk yang bisa dibaca, tergantung versi firmware dan fitur yang didukung.

Kalau kredensial layanan yang tersimpan ini kebetulan sama dengan atau memiliki privilege pada akun domain, penyerang yang berhasil mengakses konfigurasi printer secara efektif mendapatkan kredensial domain tanpa perlu menyentuh server atau workstation sama sekali.

Printer Sebagai Titik Pijakan, Bukan Cuma Target

Selain soal kredensial, printer modern menjalankan sistem operasi yang bisa dimanfaatkan sebagai titik pijakan untuk pergerakan lebih jauh di jaringan.

Web interface manajemen yang menggunakan kredensial default atau lemah adalah titik masuk paling umum. Setelah akses administratif ke printer didapat, seberapa jauh itu bisa dimanfaatkan tergantung merek dan model, tapi beberapa lini MFP enterprise punya fitur upload firmware atau menjalankan skrip diagnostik yang, kalau tidak dibatasi dengan benar, bisa dipakai di luar tujuan aslinya. Ini bagian yang paling perlu diverifikasi langsung per perangkat, bukan diasumsikan berlaku sama di semua merek.

Karena printer jarang dipantau seketat server atau endpoint pengguna, dan traffic dari printer sering dianggap "normal" oleh sistem monitoring karena volumenya yang rendah dan pola yang predictable, perangkat ini jadi tempat yang relatif aman bagi penyerang untuk beroperasi tanpa terdeteksi dalam jangka waktu yang lebih lama dibanding kalau beroperasi dari endpoint pengguna biasa.

Kenapa Printer Konsisten Luput dari Hardening

Tanggung jawab keamanan printer sering berada di area abu-abu antara tim IT umum dan tim yang menangani mesin fotokopi atau vendor pihak ketiga yang menyewakan perangkatnya. Ketidakjelasan tanggung jawab ini membuat printer sering tidak masuk dalam siklus patching dan hardening yang sama dengan aset IT lainnya.

Selain itu, printer biasanya dipasang oleh vendor saat kontrak dimulai dengan konfigurasi bawaan yang dioptimalkan untuk kemudahan setup, bukan untuk keamanan, dan konfigurasi ini sering tidak pernah direvisi ulang sepanjang masa pakai perangkat.

Rekomendasi

Ganti kredensial default pada web interface manajemen printer segera setelah instalasi. Perlakukan ini sama seperti mengganti kredensial default pada server atau perangkat network lain.

Audit kredensial layanan yang tersimpan untuk fitur scan-to-email dan scan-to-folder. Gunakan akun layanan dengan privilege minimal, terpisah dari akun yang memiliki privilege tinggi di domain.

Masukkan printer ke dalam inventaris aset dan siklus patching resmi organisasi. Jangan biarkan tanggung jawab keamanannya jatuh ke area abu-abu antara IT dan vendor.

Segmentasikan printer ke VLAN tersendiri yang terpisah dari segmen server dan workstation kritis. Batasi komunikasi printer hanya ke sistem yang benar-benar membutuhkannya.

Nonaktifkan protokol dan fitur yang tidak digunakan pada printer. Banyak MFP mendukung protokol lama seperti Telnet atau FTP untuk manajemen yang jarang benar-benar dipakai tapi tetap aktif secara default.

Penutup

Printer adalah salah satu contoh paling jelas dari kesenjangan antara persepsi risiko dan risiko yang sebenarnya. Perangkat yang dianggap paling tidak penting justru sering menjadi perangkat yang paling tidak diawasi, dan kombinasi keduanya membuatnya jadi target yang menarik bagi siapa saja yang tahu ke mana harus mencari.

Keamanan jaringan yang solid tidak berhenti pada server dan endpoint utama, tapi mencakup setiap perangkat yang terhubung, seberapa pun kecil perannya dalam operasional sehari-hari.

Jika Anda ingin memastikan tidak ada perangkat "kecil" di jaringan Anda yang diam-diam menyimpan risiko besar, tim Security Squad LOGIQUE siap membantu.

Siraj Luthfi Ananda

Siraj Luthfi Ananda

adalah senior penetration tester di LOGIQUE Security Squad dengan pengalaman di web application, mobile application, API, infrastruktur jaringan, hingga cloud. Ia memegang sertifikasi CEH Master dan telah menjalankan engagement di sektor perbankan dan fintech, termasuk Bank BSI, Bank BCA Digital, Bank Danamon, dan Indonesia Stock Exchange. Ia juga aktif dalam program bug bounty publik dan privat, dengan recognition dari Bank Rakyat Indonesia dan NASA.

Lindungi Sebelum Diserang

Sistem Anda Rentan terhadap Attack Serupa?

LOGIQUE Security Squad membantu Anda menemukan celah sebelum penyerang menemukannya lebih dulu.

Artikel Terkait